Pages

Tahun 2010 proses verifikasi dokumen portofolio semakin diperketat. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi kesalahan atau kekurangan administrasi dokumen peserta sertifikasi guru. Apabila di dalam dokumen portofolio peserta terdapat komponen yang kurang atau bahkan tidak lengkap, maka dapat merugikan peserta itu sendiri.



Sebagai contoh apabila didapati dalam sebuah dokumen portofolio tidak terdapat penilaian atasan dan pengawas, maka berapapun tinggi nilai akhir penilaian, peserta tersebut akan berstatus MPLPG. Lebih fatal lagi apabila panitia tidak melakukan proses verifikasi dan ternyata ada peserta yang hanya mengirimkan 1 dokumen portofolio saja, maka peserta tersebut dapat langsung dinyatakan diskualifikasi, karena salah satu asesor tidak mendapat dokumen peserta tersebut, karena untuk setiap peserta sertifikasi diperiksa oleh 2 orang asesor.



Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan dokumen peserta dikembalikan:
  1. Lembar A1.1 cetakan ASLI dari LPMP tidak ada.
  2. Lembar pernyataan tidak dilengkapi materai atau tidak ditandatangani atau bahkan tidak ada.
  3. Legalisasi dokumen fotokopi, dimaksudkan untuk menyatakan bahwa sebuah dokumen fotokopi adalah sah untuk dilampirkan, karena sesuai dengan aslinya.
  4. Komponen vital tidak lengkap, antara lain; Komponen 1.A, 3.A, 4.B, dan komponen 5.
  5. Dokumen asli yang tidak di jilid bersama dengan portofolio asli.
  6. Tidak ada berkas asli.
  7. Hanya terdapat 1 berkas portofolio saja.



Kelengkapan administrasi portofolio membantu guru betul-betul dinilai rekam jejak sebagai tenaga pendidik. Semoga bermanfaat.
Proses penerimaan Dokumen Portofolio tahun 2010 telah dimulai pada April 2010. Pada tahun ini jumlah kuota Peserta Sertifikasi Guru untuk Rayon 20 Untan hanya berkurang 1 peserta dari kuota tahun 2009 yaitu 2330 peserta yang terbagi atas 12 Kabupaten dan 2 Kota. Untuk kelancaran proses penerimaan dan verifikasi Dokumen Portofolio, panitia telah menentukan jadwal pengiriman dokumen bagi masing-masing Diknas Kabupaten dan Kota.



Dimulai dengan Kabupaten Pontianak pada 7 April 2010 dengan jumlah Kuota sebanyak 141 peserta. Akan tetapi 2 peserta diantaranya mengundurkan diri dan 17 lainnya terpaksa dikembalikan untuk dilengkapi kembali dokumennya. Kabupaten Landak mengirimkan dokumen pada 8 April 2010 dengan kuota sebanyak 232 peserta dan 25 dikembalikan. Kabupaten Ketapang pada 9 April 2010 dengan kuota sebanyak 174 peserta, akan tetapi 14 peserta belum mengirimkan dokumen dan 49 lainnya dikembalikan untuk dilengkapi. Total jumlah peserta yang telah sampai di meja panitia sampai dengan hari ini (9 April 2010) berjumlah 440 peserta.



Besok, 10 April 2010 Panitia menjadwalkan menerima dokumen peserta dari Kabupaten Bengkayang yang akan datang pada pukul 10 pagi. Verifikasi dokumen dilakukan Sekretariat dengan sangat selektif, sehingga pelaksanaan penilaian dapat berjalan dengan baik, transparan, akuntabel, dan amanah. Selamat bekerja Tim Panser 2010.